Akrabnya Presiden Jokowi Bertemu Prabowo Subianto

Akrabnya Presiden Jokowi Bertemu Prabowo Subianto

Detik99 – Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo dan rivalnya pada saat pilpres Prabowo Subianto dan menariknya dalam pertemuan dua pemimpin bangsa ini berlangsung di MRT Jakarta, diawali dari Stasiun MRT Lebak Bulus Jokowi dan Prabowo duduk berdampingan sambil ngobrol di dalam MRT yang akan mengantarkan mereka ke Stasiun Senayan.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, MRT Jakarta dipilih sebagai lokasi pertemuan dua pemimpin bangsa tersebut dengan 2 alasan. Pertama lokasinya dinilai netral dan kedua MRT menunjukkan pembangunan yang visioner di masa depan.

Selain itu, pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai akan memberikan dampak temporer sementara terhadap perbaikan nilai tukar dan pasa modal. Peniliti dari INDEF Bhima Yudhistira mengatakan dampak dari pertemuan tersebut akan berdampak pada stabilitas politik di Tanah Air.

“Namun, apakah temporer atau tidak, saya melihat efek nanti ke market ya, apakah nilai tukar rupiah atau investasi saham ini dampaknya hanya temporer,” kata Bhima saat dihubungi Detik99, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). “Paling nggak berlangsung 3-4 hari pada waktu sesi perdagangan dibuka,” tambah dia.

Beliau juga menjelaskan, dampak temporer itu dikarenakan pelaku usaha atau investor lebih menunggu Jokowi mengumumkan susunan kabinet di periode yang kedua ini, apakah masih sama atau ada perubahan.

BACA JUGA : Divonis 3 Tahun Penjara Habib Bahar Terima Putusan Tersebut .

Apabila ada perubahan Joko Widodo harus memasang para pembantaunya yang benar-benar dipercaya dan juga disukai oleh pelaku usaha karena Menteri-menteri teknis ini sebenarnya akan lebih penting nantinya.

Bhima juga mengatakan bahwa, Jokowi harus memasang para menteri yang pro dunia usaha, menteri dengan kebijakan yang masuk akal, tidak tersangkut dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan pro terhadap investasi.

Meskipun begitu Bhima menganggap bahwa ketegangan politik yang selama ini terjadi sudah berakhir karena adanya rekonsiliasi dari pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Hal itu, dikatakan Bhima, bisa menstabilkan kondisi politik tanah air.

“Jadi setelah urusan politiknya mereda memang harus dibutuhkan orang-orang yang siap bekerja, bekerja dengan gila-gilaan, karena waktunya lima tahun itu tidak banyak untuk mengembalikan struktur ekonomi yang lebih sehat,” ungkap dia.