Kelompok Bikin Rusuh Papua Terkait Jaringan Internasional

Kelompok Bikin Rusuh Papua Terkait Jaringan Internasional

Detik99 – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku hasil intelijen menunjukkan ada keterlibatan pihak asing dalam serangkaian peristiwa kerusuhan di Papua. Saat ini, Polri berkoordinasi dengan para stakeholder, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk menyikapi keterlibatan pihak asing tersebut.

“Ada, ada (keterlibatan pihak asing). Kita tahulah kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional. Jadi kita harus menanganinya memang di dalam negeri maupun di luar negeri. Kerja sama kita dengan Ibu Menlu dan jaringan intelijen,” kata Tito seusai acara HUT Polwan ke-71 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal kembali menerangkan penanganan secara komprehensif diperlukan dalam masalah ini. Iqbal menerangkan saat ini TNI-Polri dan seluruh stakeholder sedang memetakan sejauh mana keterlibatan asing.

“Ini kan penanganannya harus komprehensif. Ini sedang kami petakan. Pihak kami, jaringan intelijen dengan beberapa lembaga terkait, sudah bekerja. Intinya, kami tidak bisa juga menyampaikan seluruhnya di sini. Ini diplomasi antarnegara,” ujar Iqbal.

Iqbal melanjutkan prioritas utama Kapolri adalah menjamin keamanan masyarakat di Papua dan mencegah kejadian serupa terulang. Polri menilai kerusuhan di Papua disebabkan provokasi pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Dikategorikan terprovokasi kan kemarin. Nah ini pihak-pihak yang diduga menggerakkan sudah dipetakan. Sedang didalami. Tentunya kalau terbukti secara hukum melawan hukum akan ditindak,” tandas Iqbal.

Polisi menangkap dua orang tersangka pengibar bendera bintang kejora di depan Istana. Dua tersangka berinisial AT dan CK dijerat pasal makar.

Polisi menyebut AT berperan sebagai koordinator lapangan aksi, menggerakkan massa, menyiapkan bendera, dan berorasi di atas mobil komando. Sedangkan CK merupakan koordinator lapangan dari Jaktim dan juga berorasi bersama AT.

Pengibaran bendera bintang kejora dilakukan pada saat aksi di Jl Medan Merdeka Barat, depan Istana, pada Rabu (28/8).

Baca Juga : Tersangka Kalimat Rasis Mahasiswa Papua.

Polisi menyita barang bukti, yakni 2 handphone, 1 spanduk, 1 kaus bergambar bintang kejora, 1 selendang bergambar bintang kejora, dan 1 toa.

Usai ditangkap tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, polisi memindahkan pemeriksaan AT dan CK ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.