Menhan Sedih Terkait Kasus Makar Melibatkan Purnawirawan

Menhan Sedih Terkait Kasus Makar Melibatkan Purnawirawan

Detik99 – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku sedih dikarenakan sejumlah purnawirawan TNI terjerat pada kasus makar tersebut, selain itu Ryamizard juga menyebutkan pada purnawirawan itu telah mengabdi kepada bangsa dan negara sejak lama.

Ryamizard Ryacudu juga berkata sebagi sesama purnawirawan sebenarnya beliau melihat ini tidak baik, tidak boleh terjadi, dan mengapa hal ini bisa terjadi dan sangat berpengaruh untuk badan TNI padahal mereka-mereka yang diperiksa terlibat dengan kasus makar tersebut telah lama mengabdi kepada bangsa dan negara.

Beliau juga menegaskan bahwa, dirinya tidak akan berpihak kepada kubu manapaun melainkan beliau selalu berpikir positif mengenai kemajuan bangsa dan negara, dalam menyikapi hal ini Ryamizard Ryacudu akan selalu berpikir positif dan berdiri diatas semua pihak demi kemajuan bangsa ini.

Mantan Kepala Staf TNI AD ini juga menyampaikan pesta demokrasi sudah berakhir jika ada pihak yang menemukan kecurangan, pihak tersebut bisa melaporkannya ke KPU dan Bawaslu.

Menhan Sedih Terkait Kasus Makar Melibatkan Purnawirawan

“Kita ini kan mengadakan pesta demokrasi, pesta sudah berakhir, harusnya salam-salaman. Tapi terjadi ketidakpuasan, itu biasa. Tapi kalau kita lihat betul, kurang puas kan ada tempat mengadu. Kurang puas kenapa, ada curang, sampaikan ke KPU, Bawaslu. (KPU dan Bawaslu) itu semuanya dipilih bersama kok, kesepakatan bersama, tanda tangan bersama, setuju dengan Bawaslunya, KPU-nya, ada orang 01 dan 02-nya,” ucap Ryamizard pada saat ditemui oleh wartawan Detik99 di kantor Kementrian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019).

Diterangkan juga oleh Ryamizard Ryacudu pada pihak yang merasa tidak puas atas hasil pemilu bisa menempuh jalur yang sesuai dengan konstitusi dengan disertai oleh data-data lengkap dan jelas.

Saat ini mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko dan mantan Kepala Staf Kostrad TNI AD Mayjen (Purn) Kivlan Zen berstatus tersangka di Bareskrim Polri, Soenarko ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api dan Kivlan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar dan hoax serta kepemilikan senjata api ilegal.

Terkait dengan dugaan ada keterlibatan Soenarko dalam aksi 22 Mei 2019, Ryamizard tak mau berkomentar. Ryamizard mengatakan, jika memang sudah direncanakan Soenarko, itu bukan hal yang baik dan juga Soenarko itu memang dari dulu suka berperang dari Tim-tim sampai Aceh jadi senjata tersebut memang milik dia bukan seludupan mungkin saja senjata tersebut hasil dari rampasan pada saat perang.