Tersangka Kalimat Rasis Mahasiswa Papua

Tersangka Kalimat Rasis Mahasiswa Papua

Detik99 – Polisi telah menetapkan satu tersangka berinisial SA yang mengatakan ujaran rasialisme kepada Mahasiswa Papua. Siapa SA?

Ketua Tim Penyidik kasus insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Brigjen Toni Harmanto membenarkan jika tersangka SA dari kalangan masyarakat. Namun, Toni yang juga Wakapolda Jatim itu meminta masyarakat untuk bersabar karena penyidik akan segera mengungkap identitas SA.

“Sudah disampaikan Pak Kapolda (inisialnya) SA. Nanti akan tahu, akan diberitahu. (Dari unsur masyarakat?) Iya,” kata Toni di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (30/8/2019)

Tak hanya itu, Toni menyebut jika SA merupakan satu dari enam saksi yang telah diperiksa. Sebelumnya, polisi menyebut telah memeriksa enam saksi dari perwakilan ormas di Surabaya. Keenamnya juga telah dicekal untuk bepergian ke luar negeri.Sementara itu, Toni mengatakan tersangka yang telah mengucap kalimat rasis hingga kata-kata binatang ini diketahui dari bukti rekaman video yang didapat penyidik. Selain itu, saksi juga membenarkan jika SA mengatakan kata-kata rasis.

“Saat ini baru akan bertambah satu tersangka dari fakta rekaman dan dari data laboratorium forensik termasuk saksi di lokasi,” papar Toni.

Sedangkan untuk pasal yang menjerat SA, Toni menyebut SA melanggar UU 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Mereka jadi tersangka berdasarkan UU 40 2008, tentang masalah suku agama dan ras, diskriminasi,” pungkas Toni.

Tersangka kasus penyebaran hoaks dan ujaran kebencian terkait kejadian di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Tri Susanti atau Mak Susi batal memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim. Pengacara Susi, Sahid meminta penundaan jadwal pemeriksaan.Sahid mengatakan pihaknya meminta waktu kepada penyidik untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan.

“Kita tunda nanti minta waktu konfirmasi dulu ke penyidik,” kata Sahid di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (30/8/2019).

Lalu, kapan Mak Susi siap diperiksa sebagai tersangka? Sahid menyebut kemungkinan hari Senin atau Selasa minggu depan. Namun, pihaknya akan memastikan lagi jadwal pemeriksaan pada penyidik.

“Hari Senin atau Selasa. Nanti konfirmasi dulu ke penyidik kapan panggil lagi yang bersangkutan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Susi Batal memenuhi panggilan penyidik karena sedang kurang fit. Sahid menyebut kondisi Susi sedang tidak sehat karena kelelahan dan disarankan dokter beristirahat.